
May 7th, 2010

admin
painanmedia.com – PAINAN- Dari 7.984 siswa peserta Ujian Nasional (UN) SLTP di Kabupaten Pesisir Selatan, sebanyak 7.276 siswa dinyatakan lulus dengan persentase kelulusan 93,78 persen.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan selaku Panitia UN Jamalus menyebutkan, pengumuman kelulusan akan dilakukan siang ini (Jumat, 7/5).
” Persentase kelulusan UN SLTP tahun ini 93,78 persen. Kita akan umumkna hasil kelulusan melalui sekolah masing – masing,” kata Jamalus.
Pencapaian kelulusan tersebut menurut Jamalus mengantarkan Pesisir Selatan menjadi peringkat ke lima se Sumatera Barat tingkat kelulusan tertinggi.
” Dengan posisi angka kelulusan itu, Pesisir Selatan berhasil menempati peringkat ke lima terbaik se Sumatera Barat,” terangnya.
Sementara itu, sebanyak 497 siswa tidak lulus UN SLTP di Pesisir Selatan ditambahkan Jamalus akan mengikuti UN ulangan pada 17 – 20 Mei mendatang.
Jumlah sekolah penyelenggara UN di Pesisir Selatan tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 65 sekolah terdiri dari SMP sebanyak 50 dari 52 sekolah dan MTs sebanyak 15 dari 28 sekolah.(padangmedia.com/feb)

May 7th, 2010

admin
painanmedia.com – PAINAN- Aksi coret baju sebagai tanda lulus Ujian Nasional (UN) saat ini tidak saja dilakukan siswa SLTA, tapi juga sudah mewabah kepada siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).
Di Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat siang (7/5) Sejumlah siswa berseragam Putih Biru di beberapa sekolah di Kota Painan terlihat asyik bergerombol dan bergantian mencoret baju yang mereka kenakan. Hal itu mereka lakukan setelahg mengetahui mereka lulus UN tahun ajaran 2009/2010 ini.
Sejumlah siswa yang berhasil dikonfirmasi mengakui aksi coret-coret baju tersebut merupakan luapan dari rasa kegembiraan karena berhasil lulus UN.
” Kami senang karena berhasil lulus UN dan juga baju ini akan kami simpan sebagai kenang-kenangan,” tutur seorang pelajar putra salah satu SMP favorit di Kota Painan.
Bukan sampai disitu saja, dari pantauan padangmedia.com di beberapa ruas jalan utama di Kota Painan, aksi siswa SLTP ini juga dilanjutkan dengan melakukan konvoi kendaraan bermotor, masih dengan mengenakan seragam yang dipenuhi coret-coret dari spidol dan cat semprot.
Sejumlah orang tua yang datang untuk melihat pengumuman hasil kelulusan anak-anak mereka menyayangkan tingkah laku siswa yang melakukan aksi coret baju tersebut. Mereka memandang aksi itu merupakan pekerjaan mubazir dan merusak.
” Kita sangat sayangkan mereka melakukan aksi coret baju untuk merayakan kelulusan, padahal itu pekerjaan mubazir,” ungkap Syaf, salah seorang orang tua siswa.
Dari 65 sekolah penyelenggara UN SLTP di Pesisir Selatan dengan jumlah siswa peserta sebanyak 7.984 siswa, dinyatakan lulus UN sebanyak 7.487 siswa (93,78 persen) dan tidak lulus 497 siswa (6,22 persen). (padangmedia.com/feb)

May 1st, 2010

admin
Painanmedia.com-PAINAN- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) saat ini tengah berupaya mengembangkan benih padi varietas unggul lokal sebagai produk asli Pesisir Selatan. Benih padi yang dikembangkan diambil dari jenis Padi Bawan.
“Padi Bawan akan kita jadikan sebagai produk asli lokal Pesisir Selatan. Saat ini kita tengah berupaya melakukan pengembangan dan penelitian supaya benih padi jenis ini menjadi varietas unggul,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura (Dispertahor) Pesisir Selatan Arpen Abbas, Jumat (30/4).
Arpen Abbas berharap dengan pengembangan varietas Padi Bawan itu nantinya akan ada produksi beras unggulan dari Pesisir Selatan dan dipatenkan sebagai produksi asli daerah. Padi Bawan menurutnya sangat cocok dengan iklim di daerah ini. Melihat kemajuan dari pengembangan varietas Padi Bawan ia optimis tahun ini sudah bisa berproduksi.
Upaya pengembangan produksi padi dan beras ke arah peningkatan kualitas menurut Arpen Abbas dilakukan karena besarnya potensi produksi padi di Pesisir Selatan. Untuk hasil produksi Pesisir Selatan selalu mencapai surplus dan menjadi salah satu sentra produksi beras di Sumbar.
” Jadi kedepan kita rencanakan peningkatan kualitas, bukan sekedar kuantitas hasil produksi dan mengembangkan satu jenis benih unggul sebagai produk asli daerah,” tuturnya.
Dari data Dispertahor Pesisir Selatan, saat ini luas baku sawah di daerah ini adalah 29.461 hektar dengan luas areal tanam tahun 2009 mencapai 52 ribu hektar dan produksi padi sebesar 253 ribu ton. Ditargetkan luas areal tanam tahun ini 55.650 hektar dengan target produksi 267 ribu ton. (padangmedia.com/FEB)

April 25th, 2010

admin

Bupati Pessel, H Nasrul Abit.
[]
painanmedia.com-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada akhir tahun 2010 ini, menjadwalkan pembangunan satu unit pabrik pengolahan minyak kelapa sawit atau Cure Palm Oil (CPO) dari dua unit pabrik yang direncanakan. Dengan demikian, petani sawit di Pessel tidak kesulitan dalam penjualan hasil perkebunannya.
“Pada akhir tahun ini pembangunan pabrik CPO segera dimulai oleh PT Incasi Raya. Sementara pada tahun depan pembangunan pabrik juga dimulai oleh PT Sapta,” ujar Bupati Pessel, H Nasrul Abit di Painan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dengan dibangunnya dua pabrik pengolahan sawit dalam kurun waktu 2 tahun ini. Berarti, telah membantu masyarakat dalam pengambilan hasil panen mereka. Sementara, harga tandan buah segar (TBS) dengan otomatisnya akan meningkat. Hal ini, akan berdampak baik terhadap pendapatan para petani sawit.
Kemudian lanjut Nasrul, dengan berdirinya pabrik pengolahan sawit ini dapat menghindari praktek monopoli di lapangan karena telah memiliki kompetitor. Saat ini hanya satu pabrik CPO yang beroperasi di Pessel. Yakni, milik PT Incasi Raya di Muaro Sakai, kecamatan Pancuang Soal dengan kapasitas produksi mencapai 60 ton per hari.
“Dua unit pabrik yang akan dibangun tersebut nantinya akan berlokasi di Kecamatan Lunang Silaut dan Kecamatan basa Ampek Balai Tapan,” pungkasnya.
Data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pessel mencatat, luas perkebunan kelapa sawit di Pessel saat ini mencapai 70 ribu hektar dengan tingkat produksi diperkirakan sekitar 6,5 ton per hektar per tahun. Sebagian besar dikelola oleh perusahaan perkebunan antara lain PT CCI seluas 13.250 hektar, PT Incasi Raya seluas 12.279 Hektar, PT SJW 10 ribu hektar, PT SBJ 7.070 Hektar, PT SJAL 5.500 hektar dan PT SAK seluas 4.900 hektar. Sisanya merupakan perkebunan masyarakat seluas 970 hektar. demikian padang tody melaporkan. [*]

April 25th, 2010

admin

Ketua Umum PP
Muhammadiyah Din
Syamsuddin. []
Painanmedia.com-Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H M Din Syamsuddin MA menantang masyarakat Sumbar khususnya orang Minang untuk mampu melahirkan orang hebat dan Sumber Daya Manusia (SDM) sekaliber Agus Salim, M Yamin dan beberapa tokoh besar lainnya dari urang awak.
Hal itu ditegaskan sumando rang Maninjau, Kabupaten Agam itu pada tahlil akbar di depan majelis taklim dan pengurus Aisyiah Muhammadiyah dan peresmian beberapa unit sekolah bantuan Femina Group dan PT Mutiara Bank, di halaman kantor Balaikota Pariaman, Minggu (25/04/2010).
Pascagempa Sumbar 30 September lalu, perlu kembali membangun diri dengan baik pada masa yang akan datang. Khusus ranah Minang, musibah gempa lalu, katanya karena Allah sayang dan karena Allah cinta pada masyarakat Minang.
Namun masyarakat Minang perlu melakukan muhassabah. “Saya sebagai sumando urang awak, pertama kembalilah pada orientasi yang berpegang teguh pada prinsip orang minang Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Yang kedua, berilah perhatian pada pengembangan kualitas SDM. Minang banyak melahirkan ulama-ulama, itulah yang harus dibangkitkan lagi di masa datang. Jadi harus ada kebangkitan setelah musibah ini,” tandas Din.
Din mendukung program SDM yang telah dilaksanakan Pemprov Sumbar dan diharapkan pula menjadi prioritas dari pemimpin Sumbar lima tahun ke depan. Dari 268 amal usaha Muhammadiyah yang ada, kerusakan akibat gempa Sumbar lalu juga ikut merusakkan beberapa bangunan Muhammadiyah. Salah satunya gedung Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat di Kota Padang. Kerugian yang diderita mencapai Rp45 miliar.
Disisi lain Din, juga berpesan agar gempa jangan sampai mengubah keyakinan seseorang terhadap Allah. Jangan sampai musibah gempa ini membuat manusia tidak percaya lagi dengan Tuhannya. Jangan sampai karena musibah gempa, akidah seorang muslim dan muslimat harus terenggut karena hal-hal lain yang di luar kepatutan.
“Marilah kita bersama-sama kita kembali kepada ajaran Islam dan melaksanakan semua ketentuan dalam Islam itu dengan baik. Hindari perbuatan-perbuatan yang mendekatkan diri kepada kenistaan dan dosa. Sebab, karena tuhan sayang, makanya kita diberi bala dan cobaan. Jangan salah mengartikan musibah yang terjadi,” tandasnya. demikian padang today.com(*)