Pengembangan Kawasan Wisata Carocok

klik untuk melihat foto

PainanMedia.com-Direktorat Pesisir dan Laut RI menaruh perhatian dan dukungan serius terhadap pengembangan kawasan wisata Carocok Painan. Dukungan ini disampaikan saat peninjauan langsung yang dilakukan Direktur Pesisir dan Laut RI DR Subandono, baru-baru ini ke Pesisir Selatan.

Hal tersebut disampaikan  Kepala DKP Pesisir Selatan (Pessel) Ir Edwil beberapa waktu lalu.

“Dukungan itu di wujudkan dalam bentuk teknologi dan ilmu. Termasuk juga pendanaan yang saat ini sedang dalam penyusunan anggaran,” ungkapnya.

Penimbunan  pantai sepanjang 2 kilometer yang memanjang dari kawasan wisata pantai Carocok hingga Batu Tembak dalam kota Painan itu, sudah memiliki Detail Enggenering Desain (DED). Sehingga apa yang dibangun nantinya, akan di sesuaikan dengan sarana yang sudah ada saat ini.

Sekarang ,  DKP telah  menyelesaikan pemasangan serine Tsunami atau alat peringatan dini yang bertempat di pulau Cingkuak dan pelabuhan Panasahan, dengan  sumber dana berasal  dari DKP Pusat.   [*]

Draenase Buruk, Painan Digenangi Banjir

Painan Media.com-Tingginya curah hujan yang mengguyur kota Painan Jumat Siang kemaren mengakibatkan banjir setinggi 40 meter di beberapa ruas jalan dan pemukiman warga. Benjir dan genangan air ini, memang di picu akibat tidak lancarnya aliran air. Sebab, beberapa Draenase jalan-jalan utama di kota ini banyak yang tersumbat.

Selain menggenangi perumahan dan beberapa jalan utama, puluhan hektar lahan sawah penduduk juga terendam air dai kampung Salido. Sebab hujan deras yang terjadi sepanjang siang kemarin juga mengakibatkan meluapnya batang Salido dan bantang Painan.

Dari pantauan yang dilakukan di lapangan,  genagan air ini terdapat di Jalan utama M Hatta, tepatnya di depan SMK N 1 Painan, Di ruas ini genangan air mencapai 40  centimeter, karena  drainase di sekitas lokasi ini memang tersumbat.

Air juga menggenangi rumah warga setinggi 30 cm di Rawang Painan Utara, sebab di kawasan ini memang juga di temukan draenase yang buntu.

Demikian juga yang terjadi di Jalan Darwis painan Utara, serta  di pemukiman nelayan Muaro Painan. Sebab, disamping kalinya kecil, luapan batang Painan juga penyumbang kiriman air dari hulu, dengan ketinggian mencapai 40 centimeter.

Banjir yang mengakibatkan puluhan hektar lahan tergenang air ini, di prediksi akan menimbulkan gagal panen di kampung Salido luar.

“Sebenarnya, hujan deras yang terjadi Jumat siang kemarin tidaklah terlalu lama. Namun akibat buruknya draenase, sehingga genangan air cepat meninggi dan mengakibatkan banjir,” ungkap Marten 30, warga Painan Selatan.

Berdasarkan kondisi ini, sehingga kita berharap agar pemerintah daerah segera melakukian antisipasi dengan cara memperbaiki saluran air. Selain itu, belokan dan pendangkalan batang Painan dan batang Salido juga harus di prioritaskan. Sebab dua batang sungai ini merupakan penyumbang banjir bagi dua kawasan ini.

“Selain banjir, hujan deras dan angin kencang yang terjadi kemarin juga mengakibatkan pohon tumbang di bukit Putus kota Painan. Akibatnya, badan jalan ini sempat tertutup dan mengakibatkan kemacetan selama dua jam yakni dari pukul 15.00, hingga 17.00 WIB. Antiran panjang kendaraan hingga 5 kilometer sempat terjadi,” ungkap Suardi S, kepala kantor Kesbang Pol Dan Linmas ke pada Padang Ekspres di lokasi.

“Namun kondisi kembali normal setelah petugas dari dinas PU dan Satpol PP di turunkan, tepatnya pada kilometer 1 kota Painan arah Padang,” tutupnya. [ptd]

DPR Ragukan Data Pendidikan

Painan Media.com-Jakarta, – DPR meragukan keakuratan data pendidikan yang ada sekarang ini. Padahal, data tersebut sangat penting karena menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan sehingga kebijakan di bidang pendidikan bisa tepat sasaran.

”Bagaimana bisa mengambil kebijakan yang tepat, sesuai sasaran, dan tidak memboroskan anggaran jika tidak didasarkan pada data yang akurat. Karena itu, Komisi X meminta pemerintah memiliki sistem pendataan yang menggambarkan kondisi pendidikan sesungguhnya di lapangan,” kata Ferdiansyah, anggota Komisi X DPR, di Jakarta, Jumat (29/1).

Dedi S Gumelar, anggota Komisi X, mengatakan, tanpa memiliki data pokok pendidikan yang akurat, kebijakan mudah dimanipulasi. Persoalan sekolah rusak, misalnya, tetap saja ditemukan di lapangan. Padahal, pemerintah sudah mengucurkan dana yang besar untuk rehabilitasi sekolah.

Pendataan pendidikan

Kementerian Pendidikan Nasional mengajukan pendataan pendidikan tahun 2010 ini. Komisi X lewat Panitia Kerja Pendataan Pokok Pendidikan mendukung sensus pendidikan yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Mansyur Ramly, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional, dalam rapat kerja dengan Komisi X, secara terpisah, mengakui, data sarana/prasarana pendidikan untuk rehabilitasi bangunan memang belum mencerminkan kebutuhan karena validitas datanya masih dipandang rendah. Data masih merupakan data umum, seperti kondisi baik, rusak ringan, dan rusak berat sehingga dapat dengan mudah dimanipulasi.

Ramly mengatakan, salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan pendataan dengan melakukan validasi data lapangan melalui pencacahan data pokok pendidikan menggunakan kegiatan pendataan sekolah tahun 2010 yang dananya sudah dialokasikan.

Jika sensus pendidikan dilakukan mandiri, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 166,04 miliar. Jika bergabung dengan BPS bisa menghemat Rp 35 miliar atau 20,72 persen.

Dari sensus pendidikan nanti harus dihasilkan data dasar sarana dan prasarana sekolah. Selain itu, juga data dasar guru menurut pendidikan, latar belakang pendidikan, mata pelajaran yang diajarkan, sebaran fisik sekolah dan data dasar lainnya. (ELN)

Wapres Ingatkan Cara yang Elegan

Painan Media.com-Jakarta, – Wakil Presiden Boediono mengingatkan, cara-cara dalam demokrasi harus ditempuh sesuai ketentuan yang elegan. Bagi Boediono, dirinya tidak masalah kalaupun harus kehilangan jabatan sebab dirinya hanya mengabdi bagi kepentingan dan kesejahteraan bangsa dan negara.

Pernyataan Boediono itu disampaikan Ketua I Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bidang Organisasi Kamrussamad dalam keterangan pers seusai bersama jajaran Hipmi bertemu Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (29/1).

Menurut Wapres, seperti disampaikan Kamrussamad, cara yang ditempuh harus elegan. ”Tidak dengan cara menempuh delegitimasi (kekuasaan), cara yang tidak elok dalam kehidupan bernegara,” katanya.

Menurut Kamrussamad, Boediono justru mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak mengulang kegagalan kedua dalam praktik berdemokrasi seperti masa demokrasi liberal pada tahun 1950-1957.

Di tempat yang sama, Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat mengakui kekhawatiran Boediono dengan kondisi kini yang dapat mengarah pada periode demokrasi liberal yang membuat pemerintah tak akan efektif.

”Wapres menegaskan komitmennya bahwa jabatan hilang itu tidak masalah. Tetapi, yang terpenting bagi beliau adalah semata-mata ingin mengabdi untuk bangsa dan negara Indonesia bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Kamrussamad.

Di Bali, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar meyakini, kondisi faktual saat ini menggambarkan tidak ada alasan bagi pemakzulan Presiden ataupun Wapres. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencari-cari kesalahan untuk menjatuhkan pemerintahan SBY-Boediono. Wakil Ketua DPR Pramono Anung juga menilai masih terlalu dini untuk membahas pemakzulan.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum berharap pemakzulan tidak dipakai sebagai obral politik karena hal itu sudah diatur oleh konstitusi.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, pihaknya siap lahir batin menangani perkara pemakzulan jika kasus bail out berujung di MK. Namun, Mahfud mengingatkan, dalam perkara pemakzulan, dakwaan harus diajukan oleh DPR terkait dugaan pelanggaran hukum.

Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa mengingatkan, pemakzulan merupakan proses politik yang harus dilakukan sesuai syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Namun, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi mengingatkan, yang penting saat ini adalah memperbaiki citra pemerintah.(BEN/NWO/HAR/ANA)

Rakyat Desak DPR Umumkan Hasil Pansus Century

Painanmedia.com-Panitia Khusus (Pansus) Bank Century DPR RI ditantang masyarakat untuk segera mengumumkan hasil rapat pansus yang digelar selama ini. Keinginan tersebut berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan Indo Barometer.

Direktur Indo Barometer Qodari menyatakan, berdasarkan hasil jajak pendapat menyebutkan, sebagian besar responden menyatakan yakin bahwa pansus dapat mengungkap kasus bank yang telah menerima dana bail out hingga Rp 6,7 triliun tersebut.

“Sebanyak 52 persen responden yakin bisa mengungkap kasus ini, sedangkan yang tidak yakin 37 persen. Jadi tantangannya cukup besar bagi pansus DPR,” ujar Qodari dalam jumpa pers mengenai survei tersebut di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu 24 Januari 2010.

Qodari menambahkan sejumlah tugas diharapkan kepada pansus untuk dijalankan dalam membongkar kasus Bank Century. Namun masyarakat, kata dia, lebih mengharapkan agar pansus bisa membuka soal ke mana sebenarnya aliran dana talangan.

“Yang paling ditunggu oleh masyarakat sebenarnya soal aliran dana. Masyarakat sangat ingin tahu ke mana dana itu, karena mereka minta segera diumumkan,” kata Qodari.

Berdasarkan survei, 37 persen menghendaki pansus lebih fokus pada upaya mengungkap penyelewengan dana talangan untuk tujuan yang tidak semestinya. Itu merupakan pamungkas dan porsi terbesar dari hal yang mesti diprioritaskan pansus, tambah Qodari.

Bantuan Gempa 2009 Dikucurkan Februari

Painan Media.com-Dana bantuan bagi korban gempa 2009 akan dikucurkan bulan depan. Penyerahannya akan disetorkan langsung ke rekening masing-masing kelompok masyarakat korban gempa di setiap daerah bencana.
Untuk tahap awal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru membantu sebagian korban, yakni sebanyak 7.300 korban. Sehingga, baru sekitar 300 kelompok masyarakat yang tersebar di delapan kabupaten/kota.
“Pada tahap pertama ini, kita baru bisa membantu sebagian jumlah korban. Mereka itupun belum mendapatkan dana bantuan secara penuh, melainkan dibayarkan 50 persen dulu,” sebut Ir Sungeng Santono dari Tim Teknis dan Infrastruktur BNPB di Padang, Jumat (22/1).
Ia mengatakan, dana tahap awal itu diperuntukkan bagi korban gempa yang menderita kerusakan rumah berat dan sedang. Masing-masing korban akan mendapatkan Rp7,5 juta bagi korban rumah rusak berat dan Rp5 juta bagi rusak sedang.
“Tujuan bantuan ini, agar korban bisa membangun pondasi rumah mereka yang rusak akibat gempa. Jadi, saat dana tahap dua dikucurkan, mereka tinggal membangun rumah kembali,” ujarnya.
Sebenarnya, dana bantuan ini telah dikucurkan BNPB sejak 2009 lalu, nilainya Rp313 miliar. Dana tersebut sekarang tersimpan di Bank Nagari. Namun, pengucurannya baru dimulai pada minggu kedua bulan depan.
Sementara itu, tambah Sugeng, untuk mengetahui pola pembangunan dan pengawasan, BNPB akan mengundang kepala daerah dari delapan daerah yang terkena dampak gempa. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (24/1) mendatang.
“Seluruh pelaksanaan kegiatan akan disepakati pada pertemuan itu. Mulai dari penerapan pelatihan, pengadaan konsultan, pelatihan-pelatihan perangkat teknis dan lainnya. Setelah semua ditetapkan, kegiatan pembangunan rumah diharapkan berjalan pada minggu kedua Febuari itu,” sebut Sugeng.
Menurutnya, dalam pertemuan antar kepala daerah dan guberrnur itu akan ditentukan juga pola pembangunan rumah yang disesuaikan dengan kesepakatan sebelumnya. Dalam pembangunan rumah tersebut masing-masing pokmas akan ada konsultan pendamping.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, total dana untuk pembangunan rumah rusak berat dan sedang nilainya sebesar Rp2,4 trliun. Tahun 2010 akan dikucurkan dana sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan sisa rumah rusak berat dan sedangdari total rumah yang rusak. Sedangkan total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur pascagempa 30 Sepetember 2009 lalu sebesar Rp6,47 triliun.
“Bantuan untuk rumah rusak berat dan sedang bagi korban gempa 2009 jauh lebih cepat penyalurannya dibanding 2007 lalu. Karena bantuan tidak lagi masuk ke rekening kepala daerah, tapi dari BNPB langsung ke SKPD provinsi dan disimpan di bank nagari. setelah pokmas selesai dibentuk dana langsung disalurkan,” jelasnya. (107/307)

ATM di Padang Juga Dibobol

Painan Media.com-Penjahat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sudah masuk Padang dan Palembang. Di Padang, Rp13 juta ludes dari ATM Bank Mandiri. Sedang di Palembang di ATM Bank Syariah Mandiri (BSM) sebanyak Rp42 juta.

Kedua peristiwa ini dilaporkan pemiliknya ke polisi, Jumat (22/1).
Sementara di Jakarta, seorang pria berinisial ‘F” telah ditangkap dan ditetapkan oleh polisi sebagai tersangka pelaku pembobolan ATM. Sindikat pembobol ATM itu awalnya beraksi di Batam. Hampir Rp5 miliar, terbesar milik nasabah BCA ludes sudah. Penjahat ini dikabarkan bergerak dari Toronto dan Moskow.

Cek rekening
Warga Padang yang punya simpanan di bank dan memakai ATM di bank manapun diminta mencek isi rekeningnya di bank. Selain itu, diminta menukar nomor PIN.
Salah seorang nasabah Bank Mandiri Padang, Wenny Suhastri, 55, ibu rumahtangga telah jadi korban sindikat penjahat pembobol ATM tersebut.
Warga Asrama Polisi Alai Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara ini, terkejut saat mengetahui saldo tabungannya dikuras. Aksi pembobolan ini diketahui setelah korban berniat mengambil uang di ATM Mandiri Telkom Padang, Jumat (22/1) pukul 08.30 WIB.
Menurutnya, saat penarikan terakhir pada Kamis (14/1), saldo masih tersisa Rp14.139. 644. Namun, Kamis (21/1) pukul 16.26 WIB kemarin, korban mendapatkan SMS dari nomor 3355 yang isinya mengatakan, debet rekening korban sebesar Rp13.997.811 yang dikirim oleh Mandiri Grand Seriti Hotel, Bandung. Karena menganggap isi SMS tersebut hanya pemberitahuan, korban tidak mengacuhkannya.
Namun, saat mau mengambil uang Jumat (22/1) pagi, korban terkejut karena saldo yang tersisa hanya Rp141. 833. Akibat pembobolan ATM tersebut, korban mengaku mengalami kerugian Rp13.997.811.
Menurut penuturan Ka SPK Alirman Shift C, pembobolan ATM dengan modus seperti ini merupakan kasus pertama yang masuk ke Poltabes Padang, korban telah melaporkan kejadian tersebut, Jumat (22/1) pukul 10.30 WIB, dengan no-Pol:4/146/K/I/2010-Tabes. Kejadian ini akan dilimpahkan kebagian Reskrim untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pelaku dapat dikenakan pasal 378 KUHP.

Palembang
Dari Palembang didapat laporan, Amin Masa, 74, Jumat (22/1) melapor ke Markas Kepolisian Daerah Sumatra Selatan (Sumsel) telah kehilangan uangnya yang disimpan di rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang pembantu di Jalan Masjid Lama, sebesar Rp42 juta. Bobolnya rekening mantan anggota DPRD Sumsel itu diketahuinya pada 11 Januari 2010.
Menurut Amin rekeningnya dibobol saat ia menunaikan ibadah haji Desember 2009. Berdasarkan catatan dari kantor BSM cabang Palembang, penarikan uang via ATM dari rekening tersebut terjadi sebanyak 33 kali dengan waktu penarikan antara 11-21 Desember 2009. Penarikan berkisar Rp1.000.000 sampai penarikan maksimum Rp5.000.000 setiap penarikan.
Dalam laporannya, Amin mengatakan pengurusan tabungan dan deposito miliknya termasuk nomor PIN kartu ATM diurus seorang staf BSM setempat. Amin juga mengungkapkan, dirinya sudah melaporkan masalah tersebut ke kantor BSM cabang Palembang di Jalan Jendral Sudirman. Dari rekaman CCTV terlihat ada penarikan uang dari rekening Amin Masa dilakukan seorang pria yang wajahnya terlihat namun dia tidak mengenal orang tersebut.
Heru Supriambodo pimpinan cabang BSM Palembang mengatakan, penarikan dari rekening nasabahnya tersebut bukan bentuk cyber crime seperti kasus pembobolan rekening via ATM yang terjadi belakangan ini. “Penarikan terhadap rekening nasabah kami tersebut merupakan transaksional yang normal, uang ditarik dari ATM menggunakan kartu dan nomor PIN. Jadi bukan pembobolan seperti yang terjadi di Bali,” ujarnya pada republikaonline.

Pembobol ditangkap
Di Jakarta Jumat kemarin, seperti dilansir Antara, tim penyidik Mabes Polri menetapkan orang berinisial F sebagai tersangka pembobolan rekening nasabah melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada sejumlah bank nasional. “F sudah ditetapkan tersangka dan terkait kasus pembobolan di Bali,” kata Kabareskrim, Komjen Ito Sumardi.
Ito menjelaskan, F merupakan ‘pemain‘ pembobolan ATM yang sudah lama beroperasi dan diduga kuat terkait kasus pencurian sejumlah rekening nasabah bank di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim sekaligus ketua tim penyelidikan, Brigjen Pol. Radja Erizman menuturkan polisi sudah mengamankan F di Jakarta.
Erizman menjelaskan F terkait pembobolan ATM di Bali karena modus operandinya sama sehingga terindikasi dalam sindikat yang sama.
Selain menahan F, penyidik juga mengamankan uang tunai sebesar Rp23 juta, komputer, beberapa jenis kartu ATM dan perangkat skimmer.
Skimmer adalah alat perekam data kartu ATM magnetik secara ilegal untuk menggandakan kartu ATM, lengkap beserta kamera yang berfungsi mencuri kode rahasia pengguna kartu penarikan uang tunai.
Jaringan yang tergabung dengan sindikat F diduga kuat pernah ditangkap sebelumnya pada kasus yang sama.
Sebelum Kabareskrim Ito Sumardi membenarkan ditangkapnya dua tersangka pembobolan dana nasabah bank di Pontianak, namun tidak disebutkan identitasnya. (singgalang/ags)

Sidang Pemanggilan Hak Angket Awal Februari

Painan Media.Com-Panitia khusus (Pansus) hak angket kabupaten Pesisir Selatan Pessel sebelum melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait yang tersangkut  empat persoalan yang mengapung terlebih dahulu melakukan pendalaman terhadap materi pembahasanya. Dari itu, Pansus hak angket ini, menjadwalkan pemanggilanya pada awal Februari.

Penggunaan Hak Angket yang di timbulkan atas dugaan pungutan DAK rehab SD tahun 2008/2009 pada dinas pendidikan, bantuan gempa tahun 2007, dan dugaan pungutan kepada penerima Bantuan Langsung Bibit Unggul (BLBU) pada Dinas Pertanian, Holtikultura dan Tanaman Pangan, serta persoalan formasi CPNS tahun 2009 ini, saat ini agenda pemanggilan pihak terkait itu sudah di bahas oleh tingkat pimpinan, termasuk jadwal. Hal ini di katakan Mardinas N Syair MM, ketua DPRD kabupaten Pesisir Selatan.

“Pekan pertama Februari, Insallah  akan dilaksanakan pemanggilan  untuk dimintai keterangan dari pejabat terkait. Sebab  sekarang DPRD memang lagi  disibukkan dengan pembahasan empat Ranperda yang diusulkan eksekutif, yang juga cukup mendesak,” jelasnya.

Ditambahkanya, persoalan hak angket ini merupakan salah satu implikasi atas dugaaan penyalah gunaan wewenang yang dilakukan oleh pejabat di daerah ini. Diharapkan, melalui hak angket ini nantinya, persoalan yang timbul itu bisa jernih dan menemui titik terang.

Perlu di jelaskan, bahwa hak angket ini,   tidak ada  kepentingan politiknya. “Dari itu, ke pada masyarakat juga di minta partisapasinya untuk memberikan data-data pendudkung, agar empat persoalan yang mengapung dalam pembahasan hak angket ini memiliki data dan fakta yang akurat,” jelasnya. [*]

Pessel Masih Kekurangan 1.246 Tenaga Guru

klik untuk melihat foto

Painan Media.com-Dengan dibukanya formasi  tenaga guru pada penerimaan CPNS sebanyak 414 orang pada farmasi tahun 2009 yang saat ini telah memasuki tahap kelengkapan data permintaan NIP di kabupaten Pesisir Selatan,  secara bertahap kekuranganya guru di daerah ini mulai terjawab.

Berdasarkan kebutuhan sebelumnya, Pesisir Selatan memang membutuhkan tenaga pendidik  sebanyak 1.660 orang, namun sekarang kekurangan ini tinggal lagi sebanyak 1.246 orang lagi.,” ungkap Dian Wijaya, kepala dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan.

Dijetambahkanya, kekurangan tenaga guru  paling banyak adalah untuk  tingkat Sekolah Dasar (SD),  yakni sebanyak 1.200 orang, dari 384 jumlah sekolah yang ada.  Sekarang kekurangan ini telah terjawab sebanyak 189 orang dari total kekurangan yang ada itu.

“Sedangkan untuk tingkat SMP, kebutuhanya sebayak 200 orang, kuota yang dikabulkan oleh pusat untuk penerimaan PNS, hanya 100 orang, walau demikian kita masih bisa bersyukur, sebab kekuranganya sudah   50 persen  terjawab,”ungkap Drs H Dian Wijaya, kepala dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan.

Khusus untuk tenaga pendidik atau guru bagi sekolah kejuruan,  hingga saat ini bisa dikatakan masih mengalami  kekurangan cukup tinggi, sebab dari 14 jumlah SMK yang terdiri dari 8 swasta dan 6 Negeri ini, kekurangan tenaga guru itu mencapai 200 orang.  Beda dengan SMA Negeri yang hanya mengalami kekurangan sebanyak 70 orang, sedangkan kuota yang dikabulkan untuk penerimaan CPNS pada Desembar 2009, baru  60 orang saja.  Berdasarkan hal ini, sehingga bisa dikatakan kekurangan tenaga guru di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tinggal lagi 10 orang saja.

Pessel Masih Miliki Tenaga Sukarela Tamatan SPG

Untuk menjawab kekurangan tenaga ini, pihak sekolah terpaksa melakukan kebijakan dengan cara menerima tenaga sukarela. Bahkan jumlahnya mencapai 2.758 untuk semua tingkatan dengan status masih sukarela.

“Bahkan,  mereka ini juga ada yang masih berpendidikan SPG sebanyak 100 orang, sehingga pada tes CPNS yang dilaksanakan tanggal 6 Desember 2009 itu, mereka tidak memiliki peluang untuk ikut. Sebab pendidikan minimal yang berkesempatan untuk tes itu, dibatasi minimal D II,” jelasnya.

Berdasarkan kondisi ini, sehingga besar harapan agar kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk mencarikan solusinya. Sebab selama mengabdikan diri sebagai tenaga sukarela itu, mereka  yang tamatan SPG inimemang tidak melanjutkan pendidikanya sampai sarjana mi8nimal D II ini,”  tambah  Dian. [ptd]

PDAM-Pemkab Pessel Komitmen Tingkatkan Pelayanan

klik untuk melihat foto
Ilustrasi

Painan Media.Com-Untuk menciptakan pelayanan yang prima terhadap konsumen, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pesisir Selatan di tekankan supaya dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas air minum yang di konsumsi masyarakat.

Upaya ini diimlementasikan melalui kontrak kerja antara Direktur Utama PDAM  dengan Bupati Pesisir Selatan, bertempat di GOR Zaini Zein, Painan.

Penandatanganan kontrak kerja ini dihadiri direktur bidang, kepala bagian, dan kepala unit lingkup PDAM. Sedangkan dari pihak pemda Pessel tampak hadir Assisten II, Eva Fauza Yulia Mansarin, kepala Bawasda, Drs Syarial, serta Wakil Ketua DPRD Pessel, Drs Erman Bhaktiar.

Agar target yang diberi bupati tercapai, Dirut PDAM juga menindaklanjuti dengan membuat kontrak kerja dengan kepala bagian, kepala unit, kepala sub bagian dilingkup PDAM. Harapannya akan terjadi perubahan signifikan di tubuh PDAM Painan.

Dirut PDAM Painan, Drs. Muhdi Tahman, M.Si, disela-sela acara penandatangan kontrak kerja itu mengatakan dengan lahirnya komitmen kerja, maka akan ada target yang harus dicapai oleh semua bagian  dan jajaran PDAM sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Agar apa yang diharapkan oleh bupati ini tercapai, di PDAM kita bentuk pula tim penilai kinerja ini. Mereka ini akan melakukan penilaian pada semua jajaran yang ada sesuai dengan komitmen yang kita sepakati bersama. Tentunya, tim ini akan bekerja secara independen dan profesional,”ujar Muhdi Tahman.

Sepuluh prinsip komitmen kerja lingkup PDAM menjadi salah satu faktor utama yang harus dipahami oleh seluruh karyawan dalam memberikan kepuasan pada konsumen.

Sepuluh butir itu terdiri dari, pelanggan adalah orang yang paling penting, pelanggan tidak tergantung ke pada kita, tujuan kerja kita adalah pelanggan, pelanggan membantu kita, pelanggan adalah bagian dari bisnis kita, pelanggan bukanlah benda statistik, pelanggan bukanlah orang yang bisa dimasinkan, pelanggan pantas mendapat pelayanan yang baik dan memuaskan, serta pelanggan adalah darah dari kehidupan bisnis kita. (ptd).

PainanMedia.Com-Kurikulum pendidikan yang berlaku saat ini lebih menekankan pada hafalan dan mengabaikan kreativitas siswa. Karena itu, kurikulum di semua jenjang pendidikan harus dievaluasi sehingga potensi individu siswa tergali sekaligus bisa mengembangkan kreativitas mereka. ”Tidak usah dulu mengejar standar-standar internasional. Namun, esensi pendidikan untuk bisa menciptakan siswa yang mampu mengembangkan rasa ingin tahu, kreatif, dan punya kemampuan belajar sepanjang hayat yang perlu dikejar,” kata S Hamid Hasan, Ketua Umum Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia, yang dihubungi dari Jakarta, Jumat (30/10). Menurut Hamid, pembenahan kurikulum itu, terutama membuat standar isi dan standar kompetensi lulusan, bisa menghasilkan siswa-siswa yang memiliki rasa ingin tahu, mandiri dalam belajar, serta kreatif dan inovatif, termasuk juga memiliki sikap-sikap kewirausahaan. Secara terpisah, Antonius Tanan, Presiden Direktur Universitas Ciputra Entrepreneur Center, mengatakan, kurikulum pendidikan yang sudah diterapkan itu perlu diperkaya dari sisi isi atau materi. Penekanannya harus memberi ruang untuk berkembangnya kreativitas dan kewirausahaan abad XXI. ”Pola-pola pengajaran mesti bisa membangun kreativitas dan keterampilan hidup atau lifeskills siswa,” ujar Antonius. Menurut Antonius, secara konsep tentang pendidikan holistik sebenarnya Indonesia sudah menuangkannya dalam Pasal 3 UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. ”Konsep pendidikan menjadikan siswa manusia paripurna sudah benar. Namun, kita lemah dalam implementasinya,” kata Antonius Tanan. (ELN)