Painan Media.com-Dana bantuan bagi korban gempa 2009 akan dikucurkan bulan depan. Penyerahannya akan disetorkan langsung ke rekening masing-masing kelompok masyarakat korban gempa di setiap daerah bencana.
Untuk tahap awal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru membantu sebagian korban, yakni sebanyak 7.300 korban. Sehingga, baru sekitar 300 kelompok masyarakat yang tersebar di delapan kabupaten/kota.
“Pada tahap pertama ini, kita baru bisa membantu sebagian jumlah korban. Mereka itupun belum mendapatkan dana bantuan secara penuh, melainkan dibayarkan 50 persen dulu,” sebut Ir Sungeng Santono dari Tim Teknis dan Infrastruktur BNPB di Padang, Jumat (22/1).
Ia mengatakan, dana tahap awal itu diperuntukkan bagi korban gempa yang menderita kerusakan rumah berat dan sedang. Masing-masing korban akan mendapatkan Rp7,5 juta bagi korban rumah rusak berat dan Rp5 juta bagi rusak sedang.
“Tujuan bantuan ini, agar korban bisa membangun pondasi rumah mereka yang rusak akibat gempa. Jadi, saat dana tahap dua dikucurkan, mereka tinggal membangun rumah kembali,” ujarnya.
Sebenarnya, dana bantuan ini telah dikucurkan BNPB sejak 2009 lalu, nilainya Rp313 miliar. Dana tersebut sekarang tersimpan di Bank Nagari. Namun, pengucurannya baru dimulai pada minggu kedua bulan depan.
Sementara itu, tambah Sugeng, untuk mengetahui pola pembangunan dan pengawasan, BNPB akan mengundang kepala daerah dari delapan daerah yang terkena dampak gempa. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (24/1) mendatang.
“Seluruh pelaksanaan kegiatan akan disepakati pada pertemuan itu. Mulai dari penerapan pelatihan, pengadaan konsultan, pelatihan-pelatihan perangkat teknis dan lainnya. Setelah semua ditetapkan, kegiatan pembangunan rumah diharapkan berjalan pada minggu kedua Febuari itu,” sebut Sugeng.
Menurutnya, dalam pertemuan antar kepala daerah dan guberrnur itu akan ditentukan juga pola pembangunan rumah yang disesuaikan dengan kesepakatan sebelumnya. Dalam pembangunan rumah tersebut masing-masing pokmas akan ada konsultan pendamping.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, total dana untuk pembangunan rumah rusak berat dan sedang nilainya sebesar Rp2,4 trliun. Tahun 2010 akan dikucurkan dana sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan sisa rumah rusak berat dan sedangdari total rumah yang rusak. Sedangkan total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur pascagempa 30 Sepetember 2009 lalu sebesar Rp6,47 triliun.
“Bantuan untuk rumah rusak berat dan sedang bagi korban gempa 2009 jauh lebih cepat penyalurannya dibanding 2007 lalu. Karena bantuan tidak lagi masuk ke rekening kepala daerah, tapi dari BNPB langsung ke SKPD provinsi dan disimpan di bank nagari. setelah pokmas selesai dibentuk dana langsung disalurkan,” jelasnya. (107/307)