93,78 Persen Siswa SLTP Lulus UN Di Pessel

painanmedia.com – PAINAN- Dari 7.984 siswa peserta Ujian Nasional (UN) SLTP di Kabupaten Pesisir Selatan, sebanyak 7.276 siswa dinyatakan lulus dengan persentase kelulusan 93,78 persen.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan selaku Panitia UN Jamalus menyebutkan, pengumuman kelulusan akan dilakukan siang ini (Jumat, 7/5).

” Persentase kelulusan UN SLTP tahun ini 93,78 persen. Kita akan umumkna hasil kelulusan melalui sekolah masing – masing,” kata Jamalus.

Pencapaian kelulusan tersebut menurut Jamalus mengantarkan Pesisir Selatan menjadi peringkat ke lima se Sumatera Barat tingkat kelulusan tertinggi.

” Dengan posisi angka kelulusan itu, Pesisir Selatan berhasil menempati peringkat ke lima terbaik se Sumatera Barat,” terangnya.

Sementara itu, sebanyak 497 siswa tidak lulus UN SLTP di Pesisir Selatan ditambahkan Jamalus akan mengikuti UN ulangan pada 17 – 20 Mei mendatang.

Jumlah sekolah penyelenggara UN di Pesisir Selatan tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 65 sekolah terdiri dari SMP sebanyak 50 dari 52 sekolah dan MTs sebanyak 15 dari 28 sekolah.(padangmedia.com/feb)

Pengumuman Lulus UN SLTP Di Pessel Diwarnai Aksi Coret Baju

painanmedia.com – PAINAN- Aksi coret baju sebagai tanda lulus Ujian Nasional (UN) saat ini tidak saja dilakukan siswa SLTA, tapi juga sudah mewabah kepada siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Di Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat siang (7/5) Sejumlah siswa berseragam Putih Biru di beberapa sekolah di Kota Painan terlihat asyik bergerombol dan bergantian mencoret baju yang mereka kenakan. Hal itu mereka lakukan setelahg mengetahui mereka lulus UN tahun ajaran 2009/2010 ini.

Sejumlah siswa yang berhasil dikonfirmasi mengakui aksi coret-coret baju tersebut merupakan luapan dari rasa kegembiraan karena berhasil lulus UN.

” Kami senang karena berhasil lulus UN dan juga baju ini akan kami simpan sebagai kenang-kenangan,” tutur seorang pelajar putra salah satu SMP favorit di Kota Painan.

Bukan sampai disitu saja, dari pantauan padangmedia.com di beberapa ruas jalan utama di Kota Painan, aksi siswa SLTP ini juga dilanjutkan dengan melakukan konvoi kendaraan bermotor, masih dengan mengenakan seragam yang dipenuhi coret-coret dari spidol dan cat semprot.

Sejumlah orang tua yang datang untuk melihat pengumuman hasil kelulusan anak-anak mereka menyayangkan tingkah laku siswa yang melakukan aksi coret baju tersebut. Mereka memandang aksi itu merupakan pekerjaan mubazir dan merusak.

” Kita sangat sayangkan mereka melakukan aksi coret baju untuk merayakan kelulusan, padahal itu pekerjaan mubazir,” ungkap Syaf, salah seorang orang tua siswa.

Dari 65 sekolah penyelenggara UN SLTP di Pesisir Selatan dengan jumlah siswa peserta sebanyak 7.984 siswa, dinyatakan lulus UN sebanyak 7.487 siswa (93,78 persen) dan tidak lulus 497 siswa (6,22 persen). (padangmedia.com/feb)

Pessel Kembangkan Benih Padi Varietas Unggul Lokal

Painanmedia.com-PAINAN- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) saat ini tengah berupaya mengembangkan benih padi varietas unggul lokal sebagai produk asli Pesisir Selatan. Benih padi yang dikembangkan diambil dari jenis Padi Bawan.

“Padi Bawan akan kita jadikan sebagai produk asli lokal Pesisir Selatan. Saat ini kita tengah berupaya melakukan pengembangan dan penelitian supaya benih padi jenis ini menjadi varietas unggul,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura (Dispertahor) Pesisir Selatan Arpen Abbas, Jumat (30/4).

Arpen Abbas berharap dengan pengembangan varietas Padi Bawan itu nantinya akan ada produksi beras unggulan dari Pesisir Selatan dan dipatenkan sebagai produksi asli daerah. Padi Bawan menurutnya sangat cocok dengan iklim di daerah ini. Melihat kemajuan dari pengembangan varietas Padi Bawan ia optimis tahun ini sudah bisa berproduksi.

Upaya pengembangan produksi padi dan beras ke arah peningkatan kualitas menurut Arpen Abbas dilakukan karena besarnya potensi produksi padi di Pesisir Selatan. Untuk hasil produksi Pesisir Selatan selalu mencapai surplus dan menjadi salah satu sentra produksi beras di Sumbar.

” Jadi kedepan kita rencanakan peningkatan kualitas, bukan sekedar kuantitas hasil produksi dan mengembangkan satu jenis benih unggul sebagai produk asli daerah,” tuturnya.

Dari data Dispertahor Pesisir Selatan, saat ini luas baku sawah di daerah ini adalah 29.461 hektar dengan luas areal tanam tahun 2009 mencapai 52 ribu hektar dan produksi padi sebesar 253 ribu ton. Ditargetkan luas areal tanam tahun ini 55.650 hektar dengan target produksi 267 ribu ton. (padangmedia.com/FEB)

Pessel Kembali Bangun Pabrik CPO

klik untuk melihat foto
Bupati Pessel, H Nasrul Abit.
[]

painanmedia.com-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada akhir tahun 2010 ini, menjadwalkan pembangunan satu unit pabrik pengolahan minyak kelapa sawit atau Cure Palm Oil (CPO) dari dua unit pabrik yang direncanakan. Dengan demikian, petani sawit di Pessel tidak kesulitan dalam penjualan hasil perkebunannya.

“Pada akhir tahun ini pembangunan pabrik CPO segera dimulai oleh PT Incasi Raya. Sementara pada tahun depan pembangunan pabrik juga dimulai oleh PT Sapta,” ujar Bupati Pessel, H Nasrul Abit di Painan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan dibangunnya dua pabrik pengolahan sawit dalam kurun waktu 2 tahun ini. Berarti, telah membantu masyarakat dalam pengambilan hasil panen mereka. Sementara, harga tandan buah segar (TBS) dengan otomatisnya akan meningkat. Hal ini, akan berdampak baik terhadap pendapatan para petani sawit.

Kemudian lanjut Nasrul, dengan berdirinya pabrik pengolahan sawit ini dapat menghindari praktek monopoli di lapangan karena telah memiliki kompetitor. Saat ini hanya satu pabrik CPO yang beroperasi di Pessel. Yakni, milik PT Incasi Raya di Muaro Sakai, kecamatan Pancuang Soal dengan kapasitas produksi mencapai 60 ton per hari.

“Dua unit pabrik yang akan dibangun tersebut nantinya akan berlokasi di Kecamatan Lunang Silaut dan Kecamatan basa Ampek Balai Tapan,” pungkasnya.

Data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pessel mencatat, luas perkebunan kelapa sawit di Pessel saat ini mencapai 70 ribu hektar dengan tingkat produksi diperkirakan sekitar 6,5 ton per hektar per tahun. Sebagian besar dikelola oleh perusahaan perkebunan antara lain PT CCI seluas 13.250 hektar, PT Incasi Raya seluas 12.279 Hektar, PT SJW 10 ribu hektar, PT SBJ 7.070 Hektar, PT SJAL 5.500 hektar dan PT SAK seluas 4.900 hektar. Sisanya merupakan perkebunan masyarakat seluas 970 hektar. demikian padang tody melaporkan.  [*]

Din Syamsuddin Tantang Sumbar Lahirkan Orang Hebat

klik untuk melihat foto
Ketua Umum PP
Muhammadiyah Din
Syamsuddin. []

Painanmedia.com-Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H M Din Syamsuddin MA menantang masyarakat Sumbar khususnya orang Minang untuk mampu melahirkan orang hebat dan Sumber Daya Manusia (SDM) sekaliber Agus Salim, M Yamin dan beberapa tokoh besar lainnya dari urang awak.

Hal itu ditegaskan sumando rang Maninjau, Kabupaten Agam itu pada tahlil akbar di depan majelis taklim dan pengurus Aisyiah Muhammadiyah dan peresmian beberapa unit sekolah bantuan Femina Group dan PT Mutiara Bank, di halaman kantor Balaikota Pariaman, Minggu (25/04/2010).

Pascagempa Sumbar 30 September lalu, perlu kembali membangun diri dengan baik pada masa yang akan datang. Khusus ranah Minang, musibah gempa lalu, katanya karena Allah sayang dan karena Allah cinta pada masyarakat Minang.

Namun masyarakat Minang perlu melakukan muhassabah. “Saya sebagai sumando urang awak, pertama kembalilah pada orientasi yang berpegang teguh pada prinsip orang minang Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Yang kedua, berilah perhatian pada pengembangan kualitas SDM. Minang banyak melahirkan ulama-ulama, itulah yang harus dibangkitkan lagi di masa datang. Jadi harus ada kebangkitan setelah musibah ini,” tandas Din.

Din mendukung program SDM yang telah dilaksanakan Pemprov Sumbar dan diharapkan pula menjadi prioritas dari pemimpin Sumbar lima tahun ke depan. Dari 268 amal usaha Muhammadiyah yang ada, kerusakan akibat gempa Sumbar lalu juga ikut merusakkan beberapa bangunan Muhammadiyah. Salah satunya gedung Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat di Kota Padang. Kerugian yang diderita mencapai Rp45 miliar.

Disisi lain Din, juga berpesan agar gempa jangan sampai mengubah keyakinan seseorang terhadap Allah. Jangan sampai musibah gempa ini membuat manusia tidak percaya lagi dengan Tuhannya. Jangan sampai karena musibah gempa, akidah seorang muslim dan muslimat harus terenggut karena hal-hal lain yang di luar kepatutan.

“Marilah kita bersama-sama kita kembali kepada ajaran Islam dan melaksanakan semua ketentuan dalam Islam itu dengan baik. Hindari perbuatan-perbuatan yang mendekatkan diri kepada kenistaan dan dosa. Sebab, karena tuhan sayang, makanya kita diberi bala dan cobaan. Jangan salah mengartikan musibah yang terjadi,” tandasnya. demikian padang today.com(*)

Pemilukada, Mobnas Ditarik

klik untuk melihat foto

Belasan mobil dinas (Mobnas) Pemerintah Kabupaten Pasaman masih “dikuasai” mantan pejabat daerah itu. Ironisnya Pemkab Pasaman terkesan tak berdaya untuk menarik aset daerah bernilai ratusan juta rupiah itu.

Painanmedia.com-Kendati Kabupaten Pasaman tidaklah tergolong Kabupaten kaya di Sumbar, akan tetapi untuk jumlah kendaraan dinas Kabupaten Paling Utara itu tak kalah dibanding daerah lainnya. Idealnya peruntukkan Mobnas tentu untuk mendukung tugas birokrat maupun pejabat politik di daerah.

Ironisnya terjadi adalah banyaknya Mobnas yang dikuasai mantan pejabat. Baik pensiunan PNS maupun mantan pejabat politik. Informasi didapatkan menyebutkan instansi terkait telah berupaya untuk menertibkan Mobnas yang masih dikuasai mantan pejabat dengan menyurati mantan pejabat bersangkutan. Akan tetapi tak pernah diindahkan.

Ketua LSM Forum Pasaman Peduli (FPP) Nuzul Ramadana mengatakan, sangat menyesalkan kondisi tersebut. Pemkab Pasaman harusnya tegas dalam hal ini, sehingga aset daerah tersebut bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukkannya.

Ditambahkan Nuzul kalau saja mantan pejabat yang merupakan orang-orang dengan intelektual yang cukup bagus punya sikap demikian rasanya sangat memalukan. Rasa malu sudah mulai pudar kelihatannya.

“Guna menyelamatkan aset daerah diharapkan Pemkab Pasaman bisa bertindak tegas tanpa pilih kasih. Kalau tak mau menyerahkan sendiri lakukan saja upaya paksa, ” ujar Nuzul lagi seraya mempertanyakan komitmen Pemkab Pasaman dalam menegakkan aturan tentang hal dimaksud. Berkaitan dengan moment pemilukada semakin dekat, sangat tepat rasanya kalau sejumlah Mobnas dimaksud segera ditarik. Jangan sampai aset pemerintah itu juga dimanfaatkan untuk kegiatan politik. [*]

Pansus DPRD Pessel Usul Berhentikan Nasrul Abit

painanmedia.com – PESSEL- Panitia khusus (Pansus) hak angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisisr Selatan mengusulkan pemberhentian Nasrul Abit sebagai bupati Pessel kepada pimpinan DPRD.

Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pessel Hadiyon menyebutkan pengusulan tersebut dalam penyampaian hasil kerja Pansus dalam sidang paripurna DPRD setempat, Rabu (14/4).

Usulan pemberhentian tersebut berdasarkan fakta yang ditemui Pansus selama penyelidikan bahwa Nasrul Abit telah melanggar sumpah/ janji kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 2 huruf (d) UU nomor 32 tahun 2004.

” Pansus mengusulkan pemberhentian Bupati Nasrul Abit sebagai kepala daerah karena telah melanggar sumpah/janji,” kata Hadiyon.

Selain mengusulkan pemberhentian, Pansus hak angket yang sudah melaksanakan tugas penyelidikan sejak 18 januari 2010 itu juga merekomendasikan kepada pimpinan DPRD untuk menyerahkan proses penyidikan kepada KPK.

” Dari hasil penyelidikan, Pansus merekomendasikan untuk menyerahkan penyidikan dugaan tindak pidana penyalahgunaan penyaluran dana bantuan gempa kepada aparat penegak hukum yaitu KPK,” tegasnya.

Pansus DPRD Pessel dibentuk untuk menyelidiki empat persoalan yang menjadi pemicu digunakannya hak angket oleh DPRD terhadap pemerintah daerah. Ke empat persoalan tersebut adalah bantuan gempa tahun 2007, penyaluran bantuan langsung benih unggul (BLBU), penggunaan DAK Pendidikan dan proses pengadaan CPNS 2009.

Dalam kesimpulan Pansus Hak Angket, Hadiyon mengatakan Bupati Nasrul Abit diduga telah melakukan penyalahgunaan kebijakan dalam pengalokasian dana sebesar Rp109.051.403.834 dan menduga telah terjadi tindak pidana sehingga merekemondasikan untuk menyerahkan penyidikannya ke penegak hukum yaitu KPK. (feb)

Pessel Tetapkan Tiga Sentra Komoditi Pertanian

painanmedia.com – PESSEL- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertaholtikultura) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) membagi wilayah menjadi tiga sentra komoditi unggulan pertanian yaitu sentra utara, tengah dan selatan.

Ketiga sentra tersebut dijadikan sebagai wilayah pengembangan komoditi unggulan pertanian selain padi

” Untuk pengembangan komoditi selain padi, kita membagi wilayah menjadi tiga sentra komoditi unggulan,” kata Kepala Dispertaholtikultura Pessel, Afrizon Nazar, Rabu (14/4).

Menurut Afrizon, komoditi yang saat ini menjadi unggulan di Pessel antara lain jagung, Kedele, kacang tanah dan bawang merah.

Untuk menumbuh kembangkan peningkatan komoditi ini, menurut Afrizon dilakukan pemetaan atau pembagian wilayah sebagai kawasan sentra pengembangan sehingga pembagian kawasan menjadi tiga kawasan pengembangan.

Untuk wilayah utara, terdiri dari kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, Bayang Utara dan IV Jurai dijadikan sentra pengembangan bawang merah, cabe, semangka, durian, mangga, rambutan, manggis dan salak.

Sedangkan, pada Kawasan Tengah yang terdiri dari kecamatan Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir dan Linggo Sari Baganti, merupakan kawasan utama komoditi tanaman padi.

Tahun 2009, seluas 32.335 hektar atau 60 persen luas pertanaman padi sawah di kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 53.892 hektar berada di kawasan Tengah ini.

” Areal tanam seluas 32.335 hektar itu menghasilkan total produksi padi sekali musim tanam 148.936 ton Gabah Kering Giling (GKG),” jelasnya.

Kawasan Selatan yang terdiri dari kecamatan Pancung Soal, Basa IV Balai Tapan dan Lunang Silaut, adalah kawasan utama untuk mengembangkan tanaman palawija seperti Jagung, kacang tanah dan kedelai.

Realisasi produksi jagung pada areal tanam seluas 8.850 hektar sebesar 56.640 ton pada tahun 2009 di kawasan selatan ini , sementara total produksi kacang tanah 994 ton pada areal tanam seluas 590 hektar dan total produksi kedelai 529 ton dengan areal tanam seluas 352 hektar.(padangmedia/feb)

?

Javasranang, Mengenang 120 Tahun Orang Jawa di Amerika Selatan

Painan Media.com-Momen migrasi pertama 94 orang Jawa ke Suriname 120 tahun silam bakal diperingati dengan rangkaian kegiatan bertajuk Javasranang di Karta Pustaka, Jogjakarta, 12-18 April 2010.

Manajer Proyek Javasranang, Titus Soepono Adji, menyebutkan, peristiwa itu menjadi menarik karena sama sekali tidak pernah menjadi catatan penting bagi orang Jawa di Indonesia. Maklum, kegiatan pencatatan di Indonesia zaman itu tak memberi ruang bagi orang kebanyakan.

Imigran Jawa itu pun mengarungi samudera hingga ke Amerika Selatan bukan atas biaya sendiri, sebagaimana kelaziman para petualang. Mereka adalah para kuli kontrak perkebunan pemerintah kolonial Belanda.

Meletusnya Gunung Merapi dan kebutuhan pekerja bagi perkebunan di tanah koloni lain, mendorong Belanda untuk mempekerjakan bukan saja orang Jawa tapi juga India dan Tionghoa dari Tiongkok.

Titus menjelaskan, Javasranang yang berarti Jawa Suriname dalam bahasa sranang tongo adalah kegiatan yang akan memperlihatkan kondisi kontemporer Suriname. Sekitar 15 persen penduduk Suriname adalah keturunan Jawa yang bermigrasi secara paksa sejak akhir abad ke-20.

“Setelah 120 tahun bermigrasi dan hidup di kawasan Karibia yang jauh dari tanah leluhur dengan struktur budaya yang berbeda, kini orang Jawa Suriname justru bisa menjadi cermin bagi orang Jawa yang tinggal di Jawa,” katanya.

Menurut dia, kegiatan Javasranang memiliki arti penting, tidak hanya sebagai ajang memperingati suatu kejadian semata, tetapi lebih dari itu juga sebagai media refleksi bagi masyarakat Jawa secara luas.

“Refleksi ini meliputi Jawa dan kebudayaan, pluralitas, identitas, bahasa, peluang, dan banyak hal yang selama 120 tahun tidak pernah menjadi pembicaraan penting di antara masyarakat Jawa Suriname dan Jawa,” katanya.

Javasranang akan menyajikan pameran foto, arsip, dan video masyarakat Jawa Suriname, serta seminar bertema pentingnya penelitian kontemporer orang Jawa Suriname. “Seminar menghadirkan pembicara antara lain Ketua Perhimpunan Imigrasi Jawa Suriname Bob Saridin, mantan Duta Besar Indonesia untuk Suriname Suparmin Sunjoyo, serta antropolog dari Universitas Gadjah Mada, PM Laksono,” katanya.

Jangan “Pecicilan” di Jalanan Negeri Paman Ho!

Painan Media.com-Nyatanya warga Vietnam tergolong ugal-ugalan kalau sedang berjalan kaki. Terlebih, di kawasan jalan raya. Ada-ada saja tingkah laku mereka. Mulai dari yang emoh berjalan kaki di trotoar, walau fasilitas itu sudah tersedia, hingga yang suka melompati pembatas jalan, ada semua di Negeri Paman Ho itu, termasuk di Hanoi.

Nah, demi ketertiban sekaligus “mempreteli” tingginya angka kecelakaan di jalan raya lantaran tingkah “pecicilan” itu, Kementerian Transportasi dan Keamanan Lalu Lintas Vietnam bakal meluncurkan regulasi tegas. Tepatnya, peraturan itu berlaku efektif pada Kamis (20/5/2010).

Pemerintah Vietnam, sebagaimana Bernama menulis pada Jumat (9/4/2010), menyiapkan piranti hukum itu amat serius. Bahkan, sejak saat ini jumlah denda pelanggaran sudah dipublikasikan. Denda maksimal mencapai 120.000 dong atau Rp 630.000.

Beberapa rincian denda adalah sebagai berikut. Pelanggar yang tidak berjalan kaki di trotoar yang sudah disediakan harus merogoh kocek hingga 60.000 dong atau Rp 315.000 untuk penyimpangan tersebut.

Lalu, siapa pun yang melompati pagar pembatas jalan didenda hingga 80.000 dong atau setara dengan Rp 420.000.

Tak cuma itu, warga yang doyan berpegangan pada kendaraan yang tengah melaju juga menjadi incaran denda. Untuk pelanggaran itu, dendanya sekitar 80.000 dong pula.

Kalau aparat optimistis, maka lain ceritanya dengan warga. Apa pasal? Soalnya, warga yakin, polisi tak bakal punya personel cukup untuk memantau setiap gerak-gerik warga di jalanan, apalagi ketika begitu banyak warga yang lalu-lalang di jalanan saat jam-jam sibuk.

Walhasil, ketimbang ngotot-ngototan, lebih baik ditunggu saja realisasi peraturan itu bulan depan, walaupun sejak awal mestinya warga memang berlaku tertib di jalanan.

Powered by WordPress | Palm Pre Reviews at Palm Pre Blog. | Thanks to Juicers, Free MMO and Fat burning furnace